Langsung ke konten utama

BPKB

Salamualaikum mas bro n mbak sist..

Gimana kabarnya, baik kan? Saya doakan kita semua dalam keadaan sehat.. yang penting sehat, biar ibadah lancar dan nyari uang tetep jalan heheh..

Hari ini saya ingin bercerita tentang sedikit pengalaman "bodoh" saya. Mengapa saya sebut bodoh? Karena saya menjalaninya gak pake ilmu alias gak nanya-nanya. Sebenarnya ada alasan saya gak nanya karena tahun lalu saya melakukannya tanpa masalah seperti yang saya alami tahun ini.

Yak... pengalaman bodoh ini berjudul pembayaran pajak kenderaan bermotor (PKB). Diawali kepedean saya keluar rumah untuk tujuan awal dimulai dengan membayar pajak, saya keluar pintu gerbang rumah dengan kepedean yang sangat tinggi heheh. Maklum surat dan uang sudah ditangan, minyak kenderaan juga cukup, saya pikir itu sudah jadi modal kuat..

Seperti tahun lalu, pembayaran PKB saya lakukan di unit drive through samsat yang berada tepat di seberang jalan dari Hotel Danau Toba Int. Ketika tiba dilokasi, hati gembira sebab tidak banyak antrian mobil dan sepeda motor yang terlihat dan saya pun langsung memposisikan mobil di antrian yang ada. Sambil mengantri aktivitas saya isi dengan ndengerin sekolahan saham dari youtube karena ada rencana saya untuk invest di jenis investasi tersebut.

Tak berapa lama menunggu akhirnya sampailah saya di depan loket pembayaran. Dengan menyerahkan stnk dan bpkb atas nama istri saya yang sudah bukti pajaknya sudah mati sejak beberapa hari yang lalu, diterima oleh seorang petugas yang dari seragamnya jelas bahwa dia adalah seorang polisi hehe. Dan setelah melihat beberapa saat berkas yang saya berikan, petugas tersebut bertanya kepada saya "orangnya mana pak?" Dan saya spontan menjawab "orangnya istri saya pak". Dan beliau langsung menjawab,"maaf pak kalau tidak ikut orangnya, ngurusnya langsung ke samsat".

Bagai disambar geledek disiang hari, muncul rasa kesal, marah, dongkol.. ntahlah, semua campur aduk. Bisa kubayangkan birokrasi yang harus ku jalani. Tapi dengan berusaha menenangkan diri, akhirnya kulanjutkan perjalanan ke kantor samsat sesuai arahan bapak petugas tadi. Dan sampainya disana saya mengikuti semua alur urusan pembayaran yang sudah diniatkan. Setelah menjalani, ada beberapa hal yang aneh menurut saya, mengapa urusan harus di kantor pusat. Karna menurut hemat saya, tak ada perbedaan yg signifikan kalau saya urus di tempat semula (drive through) bedanya cuma di surat kuasa yang itupun dibuat tanpa orang menguasakan tak ikut hadir dikantor alias semua saya teken sendiri. Aneh memang... tapi sudahlah... semoga jadi pelajaran kedepan. Dan sialnya, begitu berkas saya masuk pukul 11.58 wib. Tepat diloket langsung diumumkan waktu istirahat, dan baru bisa diproses setelah istirahat selesai pukul 13.00. Artinya satu jam saya harus menunggu. Sementara saya harus buru2 untuk tugas berikutnya.. nasib memang...

Semoga tidak ada lagi orang yang melakukan kebodohan seperti yang saya lakukan heheh

Semoga bermanfaat
Bambang Prayugo

Komentar